Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Rabu, 21 November 2012

PENGHARGAAN TERHADAP ANAK

Memberi nama anak sangat erat kaitannya kualitas kepribadian dan kedalaman pendidikan yang memberikan. Karena tidak jarang orangtua kesulitan memilih nama untuk diberikan kepada sang buah hatinya. Apalagi nama adalah merupakan penjelesan singkat bagi yang dinamai. Oleh karena itu memberikan nama bagi seorang anak sebagai insan rabbani adalah sesuatu yang penting. Islam sebagai agama yang syumul (lengkap) tetap memberikan petunjuk dan rambu-rambu dalam memberikan nama sebagai identitas bagi buah hati orangtuanya

Waktu dan Orang yang berhak memberikan Nama bagi buah hati

Mengenai pemberian nama hendaknya jangan berlarut-larut, sehingga selalu dijumpai didalam masyarakat kita, sebelum diberikan nama yang sebenarnya, sang buah hati diberikan panggilan gelar. Panggilan gelar itu kadang berdasarkan tradisi, yang kadangkala panggilan itu lekat sampai dewasa. Berdasarkan berbagai hadits Rasulullah, pemberian nama bagi sang buah hati dapat dilakukan pada hari kelahirannya atau tiga hari sesudah kelahirannya atau ditunda sampai dilaksanakannya akikah.

Jika terjadi perselisihan antara ayah dan ibu tentang yang paling berhak memberikan nama. Maka dalam hal ini dilimpahkan kepada sang ayah. Islam mengajarkan supaya anak dinasabkan kepada ayahnya.

Trend memberikan nama bagi anak

Kebiasaan meniru tradisi dan budaya asing (kafir) didalam masyarakat kita hingga hari ini masih sangat terasa dalam kehidupan kita.Termasuklah dalam hal memberikan nama bagi putra putri umat Islam saat ini. Dengan taklid yang membabi buta, mereka lekatkan nama anak. Fenomena ini menunjukkan bahwa program musuh-musuh islam telah berhail merasuk dan merusak tubuh masyarakat muslim.Nama-nama bagi putra putri tidak lagi mencerminkan kepribadian dan kehilangan makna. Nama-nama itu diadopsi dari nama-nama barat, nama-nama peran didalam cerita-cerita fiksi, film, sinetron dan sebagainya. Kaum kafir telah berhasil menyingkirkan ingatan dan penghargaan umat islam terhadap tokoh-tokoh, pahlawan,intelektual yang menjadi panutan umat Islam.Umat Islami didekatkan dengan tokoh-tokoh yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan izzatul Islam wal Muslimin.

Masalah ini sangat penting sekali disadari kembali oleh kita umat Islam. Dengan menampilkan dan mengorbitkan kembali nama-nama islami buat buah hati. Sehingga kita dapat kembali melihat dan mendengar nama-nama panggilan yang indah bagi generasi ini. Keindahan dan kemilau islam akan mulai nampak dipersada dunia, dan kepribadian Islam kembali dapat dipantulkan melalui nama-nama Islami.

Read more......

Kamis, 15 November 2012

BANGGA MENDAPAT DAN MENJADI ANAK PEREMPUAN

Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan, lalu ia bersabar atasnya, ia memberi makan, memberi minum mereka, dan memberi pakaian mereka dari kemampuannya, maka mereka (anak-anak perempuan) itu kelak menjadi pelindungnya kelak pada hari kiamat"

Sungguh, merupakan penghargaan yang besar diberikan kepada orangtua yang memiliki anak perempuan.Hal ini disebabkan tanggung jawab dalam hal ini sangat besar. Terhadap anak perempuan, orangtua tidak hanya sekedar berkewajiban memenuhi kebutuhan pangan sandang dan tempat tinggal. Tapi lebih dari itu, orangtua berkewajiban memberikan bekal terhadap putrinya dengan bekal yang cukup. Karena anak-anak perempuan ini menjadi cikal bakal ibu masa depan yang bertanggung jawab terhadap keberadaan generasi yang akan datang. Baik buruknya generasi masa datang tergantung pada baik buruk ibu mereka yang notabenenya adalah putri-putri pada saat ini.

Mendidik putri-putri hari ini dengan didikan yang baik, memastikan kita akan memperolah generasi yang baik pada masa yang akan datang. Sebaliknya, jika putri-putri kita hari ini tidak mendapat pendidikan yang baik, maka dipastika pula kita akan mewarisi generasi yang rusak pada masa yang akan datang. Padahal Allah memperingatkan, "Dan hendaklah mereka khawatir meninggalkan generasi-generasi yang lemah..." Meninggalkan generasi yang lemah (lemah fisik, lemah akidah, lemah ilmu pengetahuan, lemah penerapan akhlak), mengakibat rusaknya generasi dalam masa yang sangat panjang.

"Wahai para orangtua! Didiklah putri-putri anda. Perintah Allah sangat jelas, "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari azab api neraka, yang bahan bakar manusia dan batu, padanya ada malaikat kasar dan kejam, yang (malaikat itu) tidak pernah durhaka (kepada) Allah dan senantiasa melakukan apa yang diperintahkan (kepada mereka)."

Wahai para putri Islam,jika hari ini orangtua anda belum mampu untuk memberikan yang terbaik sebagai bekal menghadapi hidup yang penuh tantangan pada masa depan, bekalilah diri anda dengan usaha terbaik yang bisa anda lakukan. Dengan demikian, anda tidak akan menjadi orang-orang yang lemah pada masa yang akan datang, dapat memberikan yang terbaik untuk generasi yang anda lahirkan pada masa yang akan datang dan sekaligus anda dengan sendirinya telah melindungi orangtua anada dari jilatan api neraka

Read more......

Selasa, 13 November 2012

PANCARAN PEMIKIRAN IMAM SYAFII


Setiap Selesai shalat subuh Imam Syafii selalu berada dilingkungan mentoring pengajiannya, dan yang pertama-tama dihadapinya adalah para muridnya yang belajar ilmu al_quran. Setelah matahari terbit, mereka pun lalu bubar dan digantikan oleh orang yang belajar ilmu hadits. Dan bila matahari sudah tinggi, kelompok ini pun bubar, dan selanjutnya digantikan oleh kelompok yang diskusi dan pengajian. Dan setelah siang hari bubarlah kelompok ini lalu digantikan oleh kelompok lain yang belajar ilmu Bahasa, satera, puisi dan nahwu sampai sore, dan Imam Syafii sama sekali tidak beranjak dari duduknya, kecuali untuk shalat

"Sezalim-zalim orang yang menganiaya dirinya adalah orang yang mandah terhadap perlakuan orang yang tidak menghormatinya, yang mencintai orang yang tidak memberikan manfaat apapun kepada dirinya, dan mau menerima pujian dari orang yang tidak mengenalnya."

"Sombong terhadap ilmu yang dimiliki, akan membuat hati seseorang menjadi keras sekeras batu dan melahirkan kedengkian"

"Sahabat yang tidak taku hina adalah kehinaan itu sendiri."

"Janganlah anda mempersempita hak sahabat anda dengan maksud meruntuhkan harga dirinya."
Read more......